Rabu, 21 Februari 2018

Aku rindu, tapi tak bisa mengadu
teruskanlah, tak perlu pedulikan aku
semoga aku lekas terbiasa membiarkan emosiku
hanya tersimpan dalam tulisan.

Senin, 19 Februari 2018

Sebut aku mati rasa
saat kamu memberiku luka baru
bukan tak punya hati
aku hanya terbiasa kau lukai.
Pada hujan yang turun,
daun yang gugur,
angin yang menusuk,
ku ceritakan rinduku
berharap mereka membawakan pesanku
untukmu.

Kamis, 25 Januari 2018

Lalu, apa spesialnya aku yang berstatus kekasihmu dengan wanita lain yang berstatus "temanmu" jika perlakuanmu denganku dan lainnya adalah sama?

Selasa, 23 Januari 2018

Rabu, 17 Januari 2018

Surat cinta.. atau kecewa?

Untuk kamu, yang selalu aku rindukan.

Sayang, apa kabar? bagaimana dengan telinga dan punggungmu? sudah membaik?
Sayang, apa kabar? cukupkah kamu istirahat ditengah pekerjaan dan hobimu?
Sayang, apa kabar? tidakkah sedikit saja ada rindumu untukku?
Maaf jika aku tidak bertanya langsung padamu. Maklum, belakangan kita hanya sekedar saling bertukar kabar dan menyapa. Oh, tidak usah merasa bersalah sayang, memang itu yang aku pinta, bukan? yang penting saling mengabari. terimakasih untuk itu. ❤



Rabu, 05 April 2017

Tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umatNya mencintai hambaNya?

Aku sedih,
Saat aku membuka Alquran, teringat kamu membuka Alkitab.
Saat aku berjalan menuju Masjid, tujuanmu menuju adalah Gereja.
Saat aku menggenggam Tasbih, kamu memakai kalung Salib.
Saat aku menuturkan Shalawat, kamu justru menyanyikan Pujian.
Saat kita harus berjarak hanya karna perbedaan agama.

Mereka yang berjuang walau kesakitan

Sesuatu yang dipersatukan Tuhan tak dapat dipisahkan manusia. Seringkali kita menyebutnya jodoh. Ketika berlari, selalu tertuju ke arah yang sama. Ketika mencoba untuk pergi, selalu kembali ke jalan yang sama. Semua berputar dan berotasi, konsep jodoh sendiri semakin tereksplorasi. Katanya, jodoh berarti miliki banyak kesamaan. Katanya, jodoh berkaitan dengan hilangnya perbedaan. Dan katanya lagi, jodoh adalah soal memiliki seutuhnya. Jika itulah yang berarti jodoh, lantas bagaimana mereka yang jelas-jelas berbeda?

Jumat, 31 Oktober 2014

Lima Minggu Setelah Kepergianmu

Aku tak pernah sesedih ini. Kukira waktu yang kubutuhkan untuk melupakanmu juga tak sepanjang ini. Aku salah besar, hari-hari yang kulalui, bersama dengan usaha untuk melupakanmu, ternyata tak menemukan titik temu. Kamu masih jadi segalanya, masih berdiam dalam kepala, masih jadi yang paling penting dalam hati. Maaf, jika segala kejujuranku terdengar bodoh. Sebentar lagi, kamu pasti akan berkata bahwa sikapku berlebihan. Seandainya sekarang aku berada di sampingmu, akan kuceritakan sebuah kisah tentang melupakan dan mengikhlaskan, sungguh dua hal itu bukanlah hal yang mudah.