Rabu, 05 April 2017

Tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umatNya mencintai hambaNya?

Aku sedih,
Saat aku membuka Alquran, teringat kamu membuka Alkitab.
Saat aku berjalan menuju Masjid, tujuanmu menuju adalah Gereja.
Saat aku menggenggam Tasbih, kamu memakai kalung Salib.
Saat aku menuturkan Shalawat, kamu justru menyanyikan Pujian.
Saat kita harus berjarak hanya karna perbedaan agama.



Aku sedih,
Saat semua orang menggunjing perbedaan kita.

Mengapa Tuhan menyatukan bila sebenernya kita hanya untuk dipisahkan? Orang lain menatap kita seolah-olah ingin berkata.. kita telah salah menjalani hubungan yang lebih dari teman. Aku juga tahu kalau berpacaran beda agama tidak ada anjurannya, dan aku cukup paham bahwa aku tidak bisa menikahi pria yang berbeda keyakinan. Lantas, apa salahnya kami bersama? Kadang aku benci orang yang memandang hubungan kami dengan sebelah mata. Aku tak ingin mengambil keputusan yang seharusnya tak kuambil. Aku tak bisa mengorbankan Tuhanku demi duniaku.
Meski itu, ketahuilah, kamu adalah yang terindah dari semua yang terindah.
Kamu akan tetap menjadi yang terindah diantara yang indah.
Tuhanmu menciptakanmu sangatlah indah.

Sekarang, bila aku jatuh cinta, bila aku terlanjur sayang, apalah dayaku? Apakah Tuhanmu akan marah jika aku menyayangi dan mencintaimu? Tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umatNya, mencintai hambaNya..

Karena sesungguhnya LDR terjauh bukan terpisah oleh jarak, tetapi keyakinan.

1 komentar:

Ayuniartii_ mengatakan...

Aku izin share bebrapa kalimat ya kak🙏🙏🙏🙏